Feature news

Tampilkan postingan dengan label tentang hewan. Tampilkan semua postingan

9 Hewan Ini Berisiko Tularkan Penyakit


KOMPAS.com  Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan memang memberi kebahagiaan tersendiri. Namun yang menjadi permasalahan, bagaimana jika binatang kesayangan justru membawa malapetaka bagi Anda?

Binatang selama ini memang diketahui sebagai salah satu sumber penyebaran penyakit. Oleh karena itu, penting artinya bagi Anda para penggemar hewan untuk mengenali ancaman dari keberadaan binatang peliharaan. Yang tidak kalah penting adalah selalu rutin menjaga kesehatan dan kebersihan hewan kesayangan beserta kandangnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis hewan dengan potensi yang dimilikinya untuk menjadi penular dan perantara bibit penyakit. Di antara hewan-hewan ini, ada yang bebas dan hidup liar di alam, ada pula yang menjadi binatang peliharaan. Yang pasti, bila Anda memiliki hewan peliharaan, maka pastikan untuk selalu memantau dan mengecek kesehatan mereka secara berkala untuk mencegah kemungkinan penularan.
1. Monyet
Sejumlah pakar penyakit menular menyatakan, kera atau monyet bisa membawa virus Herpes B yang dapat ditularkan melalui air liur dan berpotensi mematikan.

"Herpes B dapat menyebabkan ensefalitis, pembengkakan otak. Virus ini terdapat dalam air liur dan dapat masuk ke otak. Untungnya, kasus ini masih cukup jarang terjadi," kata dr William Schaffner, profesor dan chairman di Department of Preventive Medicine dari Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tennessee.

2. Kelelawar
Meskipun kelelawar jarang ditemukan, binatang ini juga dapat menyebabkan penyakit serius. "Kelelawar dapat menyebabkan rabies pada manusia," ungkap Schaffner.

Virus rabies lebih sering menyebar melalui kontak dengan binatang lain yang terinfeksi, seperti serigala, anjing hutan, rakun, selain juga anjing dan kucing. 

Rabies dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, kelumpuhan parsial, dan kesulitan menelan. Jika tidak diobati, maka rabies biasanya berakibat fatal dalam beberapa hari setelah gejala ini muncul.
 
3. Kelinci liar
Sebagai binatang peliharaan, kelinci memang terlihat begitu manis dan menggemaskan. Namun, kelinci juga bisa membahayakan karena dapat menularkan penyakit tularemia. Tularemia adalah penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Tularemia juga dikenal sebagai demam kelinci.

Gejala yang ditimbulkan di antaranya demam mendadak, menggigil, nyeri sendi, dan lemah. Bahkan, orang yang terinfeksi dapat berisiko terkena pneumonia (radang pada organ paru) dan kesulitan bernapas.

Ahli Penyakit Menular dari University of Miami Miller School of Medicine, dr Gordon Dickinson, mengatakan bahwa orang-orang yang berisiko tinggi terhadap penyakit ini adalah pemburu.

4. Burung
Burung dapat menularkan sejumlah penyakit. Di antaranya flu burung, penyakit yang cukup mendapat perhatian internasional pada tahun 1990-an.

Flu burung disebabkan oleh virus, H5N1, yang dapat menular melalui penanganan unggas yang terinfeksi. Sejak tahun 1997, lebih dari 120 juta burung di seluruh dunia telah mati atau dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. H5N1 sangat mematikan pada manusia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 300 orang telah meninggal dunia akibat flu burung sejak tahun 2003. Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernapasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

5. Tikus
Hantavirus adalah penyakit yang ditularkan oleh tikus. Hantavirus terdapat pada tinja, air liur, dan air kencing tikus. Gejala pada penderita antara lain demam dan nyeri otot, sakit perut, diare, dan muntah. Gejala berlanjut menjadi batuk dan sesak napas dalam 4-5 hari setelah terinfeksi. Jika tak segera ditangani, maka penyakit ini bisa berakibat fatal, yakni infeksi paru-paru.

Bukan hanya itu, tikus juga dapat menularkan penyakit leptospirosis. Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan meningitis. Bakteri tersebut juga dapat menularkan bakteri salmonela dan giardia, yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan.

6. Reptil
Reptil adalah hewan yang sangat berbahaya karena secara alami membawa bakteri salmonela pada kulit mereka.

"Sama halnya dengan manusia yang memiliki (bakteri Staph) pada kulit, reptil juga mempunyai bakteri, yakni salmonela, pada kulit mereka," kata Emilio DeBess, seorang dokter hewan.

Menurut DeBess, anak-anak sangat rentan terhadap infeksi salmonela yang disebabkan oleh reptil. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa sekitar 74.000 orang terpapar bakteri salmonela yang berasal dari reptil.

7. Sapi
Menurut Emilio DeBess, sapi mempunyai keterkaitan dengan penyebaran tiga penyakit utama, seperti infeksi salmonela, infeksi E coli, dan ensefalitis. Strain bakteri E coli yang dikenal sebagai O157: H7 tidak berbahaya untuk hewan ternak, tetapi dapat menyebabkan penyakit serius dan bahkan kematian pada manusia.

Ensefalitis sapi, atau Mad Cow Disease, adalah penyakit peradangan otak akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika menyebar ke manusia, maka penyakit ini dapat menyebabkan Creutzfeld-Jakob Disease, suatu penyakit degeneratif otak dan bisa mematikan pada manusia. DeBess mengatakan, sulit untuk mengetahui berapa banyak jumlah kasus Creutzfeld-Jakob karena masa inkubasinya cukup panjang.

8. Anjing
Anjing merupakan teman terbaik manusia yang juga bisa menjadi musuh terburuk manusia ketika menularkan penyakit. Selain menyebabkan rabies, anjing dapat menularkan parasit seperti cacing tambang dan cacing gelang.

Bahkan DeBess menambahkan, kutu pada anjing dapat membawa bakteri yang menyebabkan penyakit Rocky Mountain Spotted Fever, yang berakibat fatal jika tidak diobati.

9. Kucing
Selain menyebabkan rabies, kucing juga dapat menularkan penyakit tularemia dan toksoplasmosis. Menurut DeBess, bakteri dan parasit yang menyebabkan tularemia dan toksoplasmosis biasanya dibawa oleh hewan lain.

Toksoplasma dapat terpapar apabila manusia melakukan kontak dengan kotoran kucing yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. "Kami selalu khawatir hal akan terjadi pada wanita hamil karena dapat menyebar dari ibu ke janin," katanya.

Toksoplasma sangat potensial menyebabkan infeksi bayi dalam kandungan yang dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, dan kecacatan pada bayi. Toksoplasmosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata, atau organ lainnya.
Learn more »

Panduan Lengkap Tips dan Cara Merawat (Memelihara) Kucing Anggora yang Baik

cara merawat kucing anggora, cara memelihara kucing anggora, tips merawat kucing anggora, tips memelihara kucing anggora, perawatan kucing anggora ,cara merawat kucing anggora ,cara perawatan kucing anggora ,cara merawat kucing angoraPanduan Lengkap Tips dan Cara Merawat (Memelihara) Kucing Anggora yang Baik – Kucing anggora adalah hewan kecil jenis karnivora yang merupakan jenis kucing yang menjadi hewan kesayangan populer selain ras kucing persia pada saat ini. Merupakan jenis kucing yang berbulu panjang tetapi basanya hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Hewan ini berasal dari Kota angora, Turki. Untuk lebih jelasnya silahkan terlebih dahulu membaca artikel sebelumnya mengenai” Kucing Anggora :Mengenal Sejarah (Asal-usul) Kucing Anggora Serta Karakternya”.

Jika sudah, silahkan lanjutkan membaca artikel ini dengan seksama!. Karena kucing ini cendrung untuk berbulu panjang dari kucing biasa dan juga bukan berasal negara Indonesia, mungkin saudara akan menemui sedikit perbedaan dalam perawatan kucing anggora pada artikel ini. Pada prinsipnya cara merawat kucing anggora mirip atau hampir sama denganmerawat kucing kucing persia.
Kenapa demikian??? Karena kucing anggora dan persia memilik beberapa kesamaan pada morfologinya, khususnya pada bulu hewan tersebut. Saya harap anda sudah paham akan masala ini, sekarang silahkan simak tips dan 
cara perawatan kucing anggora dibawah ini.

Tips dan Cara Merawat(Memelihara) Kucing Anggora yang Baik :

I. Tips dan Cara Perawatan Kucing Anggora Yang Baru Sampai Dirumah

Pertama kali kucing sampai dirumah, kucing akan mengalami boleh dikatakan sebagai masa linglung. Biasanya akan menunjukkan perilaku yang tidak normalnya, akibat dari pergantian lingkungan ke lingkungan yang baru yaitu, rumah anda. Angora perlu beradaptasi lagi dengan lingkungannya untuk terbiasa. Bebereapa kemngkinan yang bisa terjadi ketika kucing baru sampai dirumah :

1. kurang PD (Percaya Diri) atau stress untuk sementara
2. Nafsu makannya berkurang
3. Suka bersembunyi, seperti ketakutan gitu..
4. Bila didekati, menjauh
5. Akan berontak apabila dipegang
6. dll.

Namun anda tidak perlu khwatir, karena kucing anggora termasuk hewan yang mudah beradaptasi, sehingga mudah untuk angora mengatasi hal tersebut. Dan hal-hal diatas normal-normal saja terjadi pada hewan baru. Untuk membantu kucing beradaptasi, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, yaitu :

1. Tempatkan kucing anda pada kandang yang aman dan lokasi yang nyaman

2. Usahakan makanan dan minuman selalu tersedia didalam kandang.

3. Sediakan dalam kandang pasir khusus kucing, yang ditempatkan dalam kotak.

4. Berikan kasih sayang pada kucing dan penuh kelembutan, serta seringlah lakukan interaksi yang penuh dengan kelembutan dengan hewan kesayangan anda tersebut.

Catatan : untuk pakan, lebih baik jangan diganti terlebih dahulu. Atau bisa juga memberikan makanan yang diberikan pada tempat sebelumnya. Diharapkan dengan mengikuti langka-langkah diatas, dapat membantu kucing untuk beradapatasi dengan lingkungannya yang baru.

II. Perlengkapan Kucing Anggora

Perlengkapan dapat berfungsi sebagai penunjang dalam perwatan kucing anggora untuk lebih baik, dan juga sebagai hiasan untuk mempercatik kandang. Berikut beberpa perlengkapan tersebut, antara lain :

1. Kandang, hendaklah kandang tersebut dapat membuat kucing merasa aman dan nyaman untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Tidak harus yang mahal, jika yang murah lebih baik mengapa ngga? Tapi jika anda ingin yang mahal juga boleh, tetapi prinsip keamanan da kenyamanannya harus anda perhatikan. Jika anda tidak mau mengeluarkan biaya yang terlalu banyak untuk kandang, anda dapat membuatnya sendiri. Untuk mebuat kandang kucing sendiri, silahkan baca artikel terdahulu mengenai “Panduan Cara MembuatKandang Kucing Keren Sendiri”.

2. Tempat makanan kucing, sudah banyak tersedia di Petshop. Jika and pengen hemat dapat juga menggunakan mangkok.

3. Tempat minum

4. Kotak Pasir dan Pasir khusus kucing

5. Ayakan, berfungsi untuk memisahkan kotoran kucing dan pasir. Sehingga suasana kandang tetap bersih dan hemat.

III. Cara Mengganti Makanan Kucing Anggora

Dalam masa adaptasi, artinya kucing tersebut baru anda adopsi. Sebaiknya jangan mengganti merek makanan terlebih dahulu, maksudnya gunakan makanan yang diberikan pada tempat lama pada kucing tersebu untuk beberapa hari. Berikut tata cara mengganti makanan kucing dari yang lama ke yang baru :

1. 1-2 hari campuran makanan 30% makanan baru, 70% makanan lama
2. 3-5 hari campuran makanan 50% makanan baru, 50% makanan lama

3. 6-7 hari campuran makanan 70% makanan baru, 30% makanan lama

4. 7 hari keatas, baru berikan 100% makanan baru.

Jika kucing tidak mengalami gangguan seperti mencret dan muntah, maka pemberian makanan baru dapat dilanjutkan.

IV. Cara Menyimpan Makanan Kucing Anggora

Cara penyimpanan pakan yang baik dapat mempertahankan kualitas pakan dalam jangka waktu yang lama. Kesalahan dalam penyimpanan pakan, dapat menyebabkan kualitas kucing yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan kucing. Berikut beberapa tindakan yang dapat mengurasngi atau mengatasi kerusakan pada pakan tersebut:

1. Tempat penyimpanan usahakan selalu kering, karena kondisi lembab memicu pertumbuahan dan perkembangan jamur maupun bakteri yang bersifat patogen yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan kucing apabila mengkonsumsinya.
2. Usahakantempat penyimpanan selalu bersih dan tertutup. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme yang bisa merusak kualitas pakan, baik secara fisik maupun kadar nutrisinya.

3. Hindari menyimpan pakan dari kontak matahari langsung. Untuk mencegah terjadinya reaksi yang tidak diinginkan pada pakan yang menimbulkan kerusakan pada pakan.

4. Kalau bisa simpan makanan kucing tersebut dalam kulkas khusus, jangan campurkan juga dengan makanan kita. Menyimpan makanan kucing dalam kuclkas dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga dapat membantu keawetan makanan dan menjaga kualitas nutrisinya.

V. Cara Memandikan Kucing Anggora

Memandikan kucing, mungkin termasuk hal yang membosankan bagi beberapa pencinta kucing. Namun tindakan tersebut kontribusinya terhadap kesehatan amatlah besar, karena memndikan kucing bisa membunuh bakteri, jamur maupun agen parasit yang melekat pada permukaan tubuh kucing.

Namun jangan pula memandikan kucing terlalu sering, 2 minggu sekali sudah cukup untuk membersihkan kucing. Mandikanlah kucing pada yang baik yaitu antara pukul 9.00-15.00. Jangan lakukan pada suhu yang dingin misalnya pada pagi hari atau pada kondisi sedang hujan. Untuk langkah-langkah dan lebih mendalamnya, silahkan baca artikel sebelumnya mengenai “Panduan Cara Memandikan Kucing Secara Profesional”

VI. Masalah Penyakit Pada Kuing Anggora

Untuk masalah penyakit pada anggora, tidak semua gangguan kesehatannya mengharuskan anda untuk membawanya kedokter hewan, kecuali untuk penyakit-penyakit tertentu yang tidak mungkin untuk anda atasi. Penyakit yang mungkin bisa atasi sendiri misalnya kutuan, jamuran dan penyakit parasit lainnya yang belum tergolong parah. 

Anda dapat mengatasi penyakit tersebut dengan menggunakan produk-produk yang efektif untuk penyakit tersebut, biasanya sudah banyak tersedia di PetShop. Dengan mengatasi sendiri, anda dapat menghemat biaya perawatan anggora. Dan juga, seringlah berkonsultasi kepada senior atau Dokter Hewan untuk menambah wawasan anda dalam memelihara kucing anggora.

VII. Jadwal Pemberian Obat Cacing

Pemberian obat cacing dapat dilakukan 2 sampai 4 kali dalam setahun, namun kucing yang sering bermain diluar rumah sebaiknya pemberinnya lebih sering. Namun sebagai langkah aman, sebaiknya konsultasikan kepada dokter hewan, karena kesalahan dalam pembaerian obat cacing dapat beresiko terhadap kucing.

VIII. Jadwal Rutin Merawat Kucing Anggora

1. Pagi dan Sore (setiap hari) : memberi makan dan minum
2. Pagi dan Sore (setiap hari) : membersihakan kotoran kucing

3. Memandikan kucing : Sekali 2 minggu

4. Grooming kesalon : sekali sebulan

5. Pencucian kandang : sekali seminggu

IX. Mencuci Kandang dan Perlengkapan

Mencuci kandang dan perlengkapan merupakan suatu tindakan yang dapat menghindarkan kucing dari berbagai seragan agen penyakit, mejaga kebersihan kucing dan lingkungan, menghindari bau yang tidak sedap dll. Kotoran yang sudah lama tidak dibuang dapat menghasilkan ammonia dalam kandang, tingginya kadar ammonia dalam kandang dapat mengganggu pernafasan kucing.

Sebaiknya selalulah perhatikan kebersihan kucing dan kandangnya agar kucing tetap sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat melaju secara normal. Langkah yang dapat anda lakukan adalah pertama, bersihkan terlebih dahulu kandang dan perlegkapannya, kemudian cuci dan jemur dibawah terik matahari. Jika sudah dirasa kering, semprotlah kandan dan peralatan tadi dengan menggunakan larutan desinfektan untuk memastikan kesterilan kandang dan perlengkapan tadi. Pastikan kucing tidak berada dalam kandang, saat anda memlakukan perbersihan maupun pencucian.

Terimakasih telah membaca "
Panduan Lengkap Tips dan Cara Merawat (Memelihara) Kucing Anggora yang Baik", semoga bermanfaat. Tolong bantu like untuk membantu perkembangan blog ini. Silahkan ajak juga sahabat kita yang lain untuk berkunjung ke blog ini, terimakasih.

Pustaka :

http://artikelkedokteranhewan.blogspot.com/2014/02/panduan-lengkap-cara-merawat-kucing-persia-dengan-baik.html

http://www.fauzionline.com/2012/08/tips-cara-merawat-kucing-anggora.html
Learn more »

Penyakit Ayam Pada Musim Hujan

penyakit ayam, kematian ayam, virus ayam, IB, ND, CRDPada artikel kali ini akan dibahas mengenai  Penyakit Ayam Pada Musim Hujan, selamat membaca !

Pada musim hujan merupakan musim rentannya penyakit pada ayam. Karena, berbagai bibit penyakit mudah berkembang dan bertambah aktif pada kondisi yang lembab. Diantara penyakit ayam yang rentan terjadi pada musim hujan adalah IB, ND, CRD dan berbagai penyakit pernafasan atau penyakit lainnya.

Berikut uraian singkat tentang ketiga penyakit diatas tadi :

IB (Infectious Bronchitis)

Penyakit IB adalah terjadinya inflamasi (peradangan) pada bronchus yang disebabkan olehinfeksi virus. Virus ini sangat baik perkembangannya pada musim hujan atau dalam kondisi yang lembab. Gejala klinis yang bisa timbul antara lain ; ayam seperti mendengkur, nafsu makan menurun, produksi menurun, kadang-kadang pada lantai kandang atau tempat pakan ada serpihan darah, pada bronchus terjadi inflamasi (bengkak, panas, merah, sakit, gangguan fungsi), lama kelamaan ayam bisa mati. Sebaiknya, ayam yang terkontaminasi virus IB langsung dipisahkan.

ND (New Castle Disease)

ND adalah Penyakit yang berasal dari NEW CASTLE, penyebabnya yaitu virus. Gejala klinisnya yang dapat ditemui seperti ; Nafsu makan berkurang, produksi menurun, kepala ada yang teleng, pada proventriculus ditemukan adanya bintik-bintik darah, dalam kondisi akut kepala ayam akan berputar-putar kemudain mati. Ayam yang terinfeksi virus ND sebaiknya dipisahkan segera dari ayam yang sehat, karena penyakit ini sangat mudah menular. Sejauh ini, belum ada obat yang dapat membasmi penyakit ini. Namun kita bisa menghindari serangan penyakit ini dengan pencegahan. Seperti, melakukan program vaksin secara berkesinambungan, menjaga kebersihan kandang, melakukan sanitasi dengan teratur, membuat kondisi kandang terhindar dari masuknya hewan lain, dll.

CRD (Chronic Respiratory Disease)

CRD adalah Penyakit yang menyerang pada sistem pernafasan ayam , causa atau penyebabnya adalah virus. Virus ini sangat mudah menular ke ayam lain, jadi ayam yang terkena CRD segera diisolasi (dipisahkan). Agar ayam lain yang masih sehat tidak terkontaminasi oleh ayam yang sakit. Gejala klinis yang dapat kita temukan adalah ngorok, nafsu makan berkurang, produksi turun, dari mulut dan hidung keluar lendir, sering menimbulkan kematian.
Untuk mencegah terjangkitnya penyaktit ini sebaiknya laksanakan program vaksin secara teratur, jagalah kebersihan kandang, menghindarkan hewan lain untuk masuk ke kandang dan lakukan sanitasi scara rutin. Dari ketiga penyakit diatas bisa terjadi tidak hanya pada ayam saja tetapi, juga bisa terjadi pada bebek atau jenis unggas lainnya. Jika ada pertanyaan atau kritikan dipersilahkan pada kolom komentar dibawah ini, jangan lupa like artikel ini jika dirasa ada manfaatnya!. Terimakasih, salam senyum :)


http://artikelkedokteranhewan.blogspot.com/
Learn more »

Anthraks, Penyakit Hewan yang Berbahaya Bagi Manusia


Anthraks adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Biasanya menyerang hewan menyusui dan dapat menular pada manusia. Gejala yang timbul bila menyerang manusia dapat terdeteksi setelah terkontaminasi selama 7 hari, antara lain (1). Inhalation anthrax (terhirup) ; sulit bernapas, syok, bisa langsung mengakibatkan kematian, (2) Cutaneous anthrax (kulit) ; radang pada kulit yang makin lama makin besar, (3) Intestinal anthrax (usus) ; hilang nafsu makan, muntah, demam dan sakit perut, muntah darah, diare.
Belum lama ini media masa melaporkan delapan warga Desa Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dinyatakan positif terserang penyakit anthraks, setelah mengkonsumsi daging kambing yang terjangkit penyakit itu pada Rabu (8/1). Serangan penyakit ini diduga terjadi ketika tetangga korban, Ny Omih (50) menyelenggarakan hajatan perkawinan anaknya sekitar akhir Desember lalu. Saat itu Ny Omih menerima kambing milik salah seorang menantunya bernama Izar. Kambing itu memang sudah kelihatan sakit, jalannya sempoyongan. Daripada mubazir kambing itu dipotong dan dagingnya dibagi-bagikan kepada para tetangga. Suminta yang menerima daging kambing segera memotong-motongnya di rumah. Kemudian Suminta segera menyerahkan kepada Titi untuk diolah lebih lanjut. Penyakit ini baru dirasakan pada hari Jumat (3/1) lalu. Awalnya hanya gatal-gatal biasa, tetapi tiba-tiba berdarah. Suminta menjelaskan, �Saya enggak tahu kalau penyakit ini berbahaya. Biasanya gatal-gatal kayak begini bisa cepat hilang tetapi tahu-tahu malah keluar darah hitam sekali�.
Media masa juga melaporkan kematian menimpa delapan warga Dusun Lare�u, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat serangan anthraks. Pemerintah setempat menjelaskan kematian tersebut diduga akibat serangan bakteri anthraks, tetapi belum dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium. Karena dari sekitar 500 penduduk desa tersebut yang memakan daging kambing tidak semuanya meninggal. Penduduk meninggal tidak bersamaan tetapi berselang beberapa waktu ada yang seminggu dan ada yang dua minggu.
Kasus yang menimpa warga Bima NTB hampir sama dengan yang menimpa warga Bogor. Kambing yang dipotong tersebut adalah kambing sakit, karena mereka berpikir ketimbang kambing mati percuma lebih baik dipotong, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada penduduk. Pemerintah setempat dari dua kasus ini masing-masing sudah mengirimkan sampel daging kambing yang diduga penyebab serangan anthraks ini ke Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), Badan Litbang Pertanian di Bogor.
Penyakit anthraks adalah penyakit yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun walaupun sudah dimusnahkan, karena itu pemerintah secara terus menerus akan mengantisipasinya. Anthraks bisa hidup pada musim panas yang kemudian disusul oleh musim hujan terus menerus.
Bakteri anthraks termasuk kuman tanah, spora dan bibit bakteri yang sudah tertanam puluhan tahun di dalam tanah bisa aktif kembali bila terbawa air hujan, menempel di rumput dan kemudian termakan oleh hewan ternak. Kuman ini akan bergegas menyerang sel-sel darah, jaringan limfa, dan hati hewan yang terinfeksi. Serangan anthraks pada hewan berlangsung cukup cepat. Hanya dalam tempo 1-3 hari setelah terinfeksi, hewan akan mengalami kejang, perdarahan hebat, dan mati. Lazimnya, hewan yang sekarat akan mengeluarkan darah kehitaman dari lubang tubuhnya, misalnya telinga, mulut, hidung, atau anus.
Demi mencegah penularan lebih lanjut, hewan yang positif terkena anthraks sama sekali tak boleh dipotong. Prosedur standarnya hewan harus dibakar dan jasadnya dikubur dengan kedalaman dua meter. Kuburan mesti ditutup dengan semen, kapur dan bila perlu dicor dengan beton. Sementara ternak yang masih sehat secepat mungkin diberi vaksin penangkal anthraks.
Mengingat hari-hari belakangan ini masyarakat di Indonesia sedang menunggu peringatan hari raya Idul Adha 1423 H, Badan Litbang Pertanian mengharapkan kawaspadaan mutlak perlu dipasang saat membeli dan memilih hewan kurban. Sesuai ajaran agama pilihlah hewan kurban yang sehat dan segar. Jangan pilih hewan yang menampakkan gejala anthraks, antara lain gemetar, sesak napas, gelisah, dan tidak punya nafsu makan.
Sebaiknya penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan koordinasi bersama RT, RW, dan kantor dinas peternakan setempat, supaya bisa membantu memantau kesehatan dan kemanan hewan dan daging kurban. Kiat-kiat lain yang dapat dilakukan tentu dengan memilih daging yang sehat. Tandanya daging berwarna merah segar dan tidak suram atau layu kehitaman. Selanjutnya meskipun telah dilakukan pemeriksaan hewan semaksimal mungkin tak ada kelirunya jika anda menerapkan cara memasak daging yang aman.
Kuman anthraks secara teoritis bakal terbunuh tuntas bila dididihkan pada suhu 100 derajat Celcius selama sedikitnya 15 menit. Cara ini bisa dilakukan jika anda memasak gule, kare, soto, atau sop daging kambing atau sapi. Tetapi tidak demikian halnya dengan sate, yang kerap hanya matang dipermukaan.
Tak perlu panik jika ada sanak keluarga, kerabat anda yang terlanjur terinfeksi anthraks. Antibiotik biasa misalnya penisilin, tetrasiklin, doxycycline, dan fluoroquinolones cukup ampuh membunuh kuman yang menginfeksi tubuh. Semakin dini pengobatan, semakin besar kemungkinan sembuh total, hanya risiko kematian memang membayang jika pengobatan tidak dilakukan sesegera mungkin. Mengenali gejala awal anthraks adalah langkah yang amat penting dilakukan.

sumber :http://www.litbang.deptan.go.id/
Learn more »