Feature news

Jembatan Rambat ini masih Bertahan Sejak Dibangun Pada Abad 12 lalu

232796_jembatan-rambat-jepang_663_382 (1)
Perpaduan budaya dan modernitas merupakan salah satu ciri khas masyarakat Jepang. Di Pulau Shikoku, pulau terkecil dari 4 pulau utama Jepang, terdapat jembatan rambat yang masih bertahan keasliannya sejak dibangun pada abad 12 lampau!
Wujud jembatan ini begitu antik. Jembatan ini terletak di tengah hutan dan terbuat dari bilah kayu dan sulur-sulur tanaman rambat. Pegangan jembatan, juga pengikat bilah kayu yang dipasang sebagai pijakan menyeberang juga hanya diikat menggunakan sulur tanaman rambat tersebut.
Jembatan ini membentang sepanjang 148 meter diatas sungai Iyagawa yang beraliran cukup deras. Tergantung dengan ketinggian 46 meter, jembatan ini selalu bergoyang tiap angin yang cukup besar bertiup. Meski demikian ternyata jembatan ini masih kuat menyangga beberapa orang yang menyeberang bersamaan.
shikoku-Okuiya Niju Kazurabashi
Pemerintah Jepang mendapuknya sebagai salah satu warisan budaya Jepang yang wajib dijaga keasliannya.
Sumber : Viva News
Learn more »

Rahmat Shigeru Ono, Kakek Jepang yang berjuang menahan gempuran Belanda

images
Shigeru Ono lahir pada 26 September 1918 di wilayah prefektur Hokkaido, Jepang. Sebagaimana dikisahkan dalam buku memoar Rahmat Shigeru Ono (halaman: 9), ketika menginjak usia awal 20-an, Ono di luar dugaan berhasil menembus ujian masuk sekolah kemiliteran yang terkenal amat sulit ditaklukkan. Dapat memasuki sebuah sekolah kemiliteran di masa itu dipandang sangat prestisius di mata masyarakat Jepang yang mana negeri mereka memang tengah berkonflik dengan daratan China.
Namun garis takdir Ono ternyata menuntun dia untuk bertugas pada sebuah negeri bekas jajahan Belanda yang terletak jauh di sebelah selatan tanah kelahirannya. Di tanah bekas jajahan Belanda itu, Ono mendapat banyak kesempatan untuk bergaul secara langsung dengan rakyat pribumi Hindia Belanda. Bahkan Ono juga berkesempatan untuk ikut melatih ilmu kemiliteran kepada beberapa orang pemuda pribumi. Rentetan penderitaan bangsa pribumi yang harus diterima sebagai imbas penjajahan Belanda dan masa pendudukan Jepang, pelan tapi pasti mulai memantik rasa simpati Ono terhadap mereka.
Hingga pasca berakhirnya Perang Dunia II, Shigeru Ono memilih sebuah keputusan besar dalam hidupnya, dengan tetap tinggal di Indonesia dan tidak mau kembali ke Jepang. Selanjutnya, Shigeru Ono yang telah dianggap sebagai pengkhianat oleh negara asalnya, mulai sibuk bertempur bahu-membahu bersama pasukan pribumi Indonesia untuk menghadang pasukan Belanda yang mencoba kembali menduduki Indonesia, hingga akhir Desember 1949.
Setelah berakhirnya masa perang, kehidupan Ono berjalan tidak menentu, kewarganegaraan Jepangnya telah dicabut dan ia sendiri pun belum resmi diterima sebagai Warga Negara Indonesia, ia juga harus kerja serabutan untuk menyambung hidupnya. “Pada masa itu, saya tidak punya kewarganegaraan, sejak 1951 saya sudah mengajukan permintaan kewarganegaraan Indonesia, namun tak ada tanggapan hingga pertengahan 1950-an“, jelas Shigeru Ono, yang kemudian bernama Rahmat Shigeru Ono setelah menjadi WNI.
Momen terindah Shigeru Ono sebagai mantan pejuang kemerdekaan terjadi pada 1958. Ketika itu PresidenSoekarno menganugerahkan kepadanya Bintang Veteran dan Bintang Gerilya, yang menjadikannya diakui sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia yang kelak berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. “Saya hampir tak punya apa-apa. Tidak punya rumah, pekerjaan, dan kewarganegaraan. Hanya petani Indonesia saja yang memberi kami makan, pakaian, dan tempat bernaung“, kenang Shigeru Ono pada masa awal kemerdekaan dulu.
Source: http://saudaratua.wordpress.com/2011/09/16/rahmat-shigeru-ono-yang-terlupakan/ via http://www.youtube.com/watch?v=5zRIKq-T_dM
Learn more »

“Nippon” atau “Nihon”? Tidak ada kesepakatan dalam pengucapan “Japan”

top7
Sebagaimana orang-orang yang mempelajari bahasa Jepang katakan, penggunaan karakter China atau yang dikenal dengan kanji sering kali menjadi mimpi buruk. Dan meskipun penggunaannya dapat mempersempit makna dari kata-kata yang kompleks, sangat sedikit sekali petunjuk bagaimana seseorang mengucapkannya.
Seperti pada kanji “Jepang” (日本). Memang walaupun pada umumnya golongan anak muda tahu makna kata tersebut, jika ditanyakan kepada golongan orang dewasa bagaimana mereka mengucapkannya akan terdapat beberapa perbedaan. Ada yang mengucapkannya dengan “Nihon”, “Nippon” atau bahkan mungkin ada yang menyebutnya “Yamato”, jika mereka mengetahui sejarahnya.
  • Kenapa ‘Japan’?
Sebelum membahas masalah Nihon/Nippon, coba pikirkan mengapa pada umumnya orang di luar Jepang mengabaikan nama asli dari negara ini dan memanggilnya “Jepang” atau “Japan”, nama yang sebenarnya memiliki makna “Ya, Roti!” (Ja – Pan, Pan berarti roti dalam bahasa Jepang).
marco_polo_portrait1
Pengucapan ’Japan’ ini lahir pada masa Marco Polo, selama ekspedisinya ke China Utara pada Dinasti Yuan. Meskipun pada saat itu ia tidak pernah berpijak di negara Jepang yang dia dengar dari seseorang yang dia temui di China. Pada saat itu nama Jepang direpresentasikan dengan kanji (日本), dalam bahasa China dibacaRìběn.
Namun, dikarenakan dialek dari daerah tersebut, pembacaan kanji 日本 diucapkan seperti “Jipen” atau yang dituliskan oleh Marco Polo sebagai “Zipangu” selama ekspedisinya. Mulai saat itu, pengucapan tersebut menyebar ke seluruh Eropa dan lama-kelamaan pengucapan tersebut berubah menjadi ‘Japan’ hingga sekarang.
  • “Nippon” lebih dulu lahir
Dulu, nama ‘Japan’ dikenal sebagai “Wa” atau “Yamato” dan dengan kanji . Waktu berlalu dan terjadi perubahan kanji secara resmi menjadi 日本 pada tahun 640. Meskipun begitu, sebutan “Yamato” masih sering digunakan oleh beberapa orang. Sekitar pertengahan abad ke-7 pembacaan kanji 日本 berubah menjadi “Nippon” atau “Jippon
 013
Diyakini pada saat itu bahwa pengucapan “Nihon” sebagai sebutan di daerah Kanto selama periode Edo. Orang-orang banyak menghubungkan kisah mengenai perbedaan antara 日本橋  (Nipponbashi) di Osaka dan日本橋 (Nihonbashi) di Tokyo.
  • “Nihon” lebih banyak dikenal
Setelah mendengar kisah tersebut, sangat kelihatan sekali bahwa “Nippon” adalah pengucapan yang benar untuk kanji 日本 karena ia muncul terlebih dahulu. Namun, sebuah survei menunjukkan bahwa 61 persen rakyat Jepang membacanya sebagai “Nihon” sedangkan 37 persen mengucapkan “Nippon”. Ini menunjukkan bahwa “Nihon” lebih lazim digunakan untuk kalangan muda. Dibandingkan pengucapan “Nippon” yang menunjukkan senioritas, “Nihon” memiliki vote yang lebih banyak.
Menamakan sebuah negara tentu saja pekerjaan yang tepat bagi pemerintah, bukan? Namun sayang sekali tidak ada dokumen resmi yang mendefinisikan pengucapan 日本 atau 日本国. Bagaimanapun, sebuah usaha dilakukan oleh Kementrian Pendidikan pada tahun 1934. Mereka melakukan investigasi mengenai bahasa nasional, salah satunya yang penting adalah merekomendasikan negara tersebut untuk seterusnya secara resmi diucapkan sebagai “Nippon”. Namun, pemerintah menolak tawaran ini.
 021
Pada tahun 2009, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat melakukan sedikit tindakan liberal dan meminta permohonan kepada pemerintah untuk mengesahkan pengucapan yang kompak, entah itu “Nippon” ataupun “Nihon”. Pemerintah merespon bahwa kedua pengucapan tersebut sudah digunakan secara luas dan sepertinya tidak ada alasan untuk mempermasalahkannya.
Berikut adalah beberapa nama grup yang menggunakan “Nippon” :
Nippon Housou Kyoukai (NHK) Nippon Television Network Corporation
Nippon Broadcasting Service (NBS)
Nippon Budokan
All Nippon Airways (ANA)
Kinki Nippon Tetsudou (Kintetsu Corp.)
Nishi-Nippon Railroad Co. (Nishitetsu)
Nippon Sports Science Unviersity
Nippon Yuubin (Surat Kabar Jepang)
Dan grup lain yang menggunakan “Nihon” :
Nihon University
Nihon Koukuu (JAL)
Nihon Keizai Shimbun (The Nikkei)
Nihon Ryokaku Tetsudou (JR)
Nihon Unisys
Nihon Sumou Kyoukai (Asosiasi Sumo Jepang)
Nihon Orinpikku Iinkai (Komite Olimpiade Jepang)
Learn more »

Geta, alas kaki asli dari Jepang

geta
Jauh sebelum tahun 1970-an dan sepatu hak tebal, para wanita Jepang telah mengenakan sandal atau bakiak Geta.
Alasan untuk memakai alas kaki dengan hak yang sangat tinggi ini bukan untuk fashion, tapi untuk berbagai alasan yang sangat praktis. Jika kalian mengenakan kimono sangat mahal yang menggantung hingga ke kaki kalian, kalian tentunya tidak ingin terkena lumpur di atasnya ketika kalian berjalan di luar.
Apakah sulit untuk berjalan menggunakan Geta?
Ya! Praktek yang signifikan diperlukan sebelum seseorang dapat berjalan dengan aman dan elegan menggunakan Geta.
Geta terbuat dari sepotong kayu yang solid yang membentuk solnya dan dua blok kayu di bawahnya. Blok kayu ini kadang memiliki pelat logam pada bagian yang menyentuh tanahnya untuk memperpanjang keawetan dari Geta tersebut. Sebuah tali dari kain berbentuk huruf V membentuk bagian atas sandalnya.


Source : gojapango.com
Learn more »

Pemandu Wisata Terlucu di Jepang!

1
Kalian sangat tertarik untuk mengunjungi Jepang? Masih sering membayangkan seperti apa musim semi di sana? Ataukah musim gugur?
Perkenalkan Nyalan dan Deshi, kucing pemandu wisata Jepang. Kedua kucing ini merupakan maskot dari situs travel Jepang, Jalan. Kedua kucing ini sudah sering muncul di beberapa iklan TV di Jepang.
Foto-foto berikut ini menggambarkan kegiatan orang-orang di Jepang pada musim semi, panas, gugur, dan dingin -seperti bermain layang-layang pada saat Tahun Baru atau melihat bunga Sakura. Benar-benar mirip seperti apa yang sering dilakukan oleh orang-orang setempat di Jepang!
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11jpg
12
13
14
15
16
17
18


Source : kotaku.com
Learn more »

Mengenal Prefektur di Jepang

Prefektur adalah yurisdiksi di Jepang. Prefektur adalah nama lain dari provinsi, jika di Indonesia di sebut dengan provinsi maka di Jepang di sebutnya prefektur. Jepang memiliki kurang lebih 47 prefektur, dan dibagi menjadi beberapa tingkatan prefektur, kota dan desa.
Tingkat prefektur di bagi menjadi 4, yaitu : (To “都”) merupakan prefektur satu metropolis atau bisa disebut Ibu Kota (Tokyo), (Do “道”) merupakan prefektur satu sirkuit (Hokkaido) ”Istilah ini awalnya digunakan untuk merujuk kepada wilayah Jepang terdiri dari beberapa provinsi”, (Fu “府”) merupakan dua prefektur perkotaan atau dua kota besar (Osaka dan Kyoto), dan (Ken “県”) merupakan 43 prefektur lainnya. Dalam bahasa jepang ke-4 golongan prefektur itu di sebut dengan Todofuken “都道府県”.
Tingkat berikutnya yaitu tingkat subprefektur yang terbagi jadi 2 yaitu subprefektur (Shicho “支庁”) dan distrik (Gun “郡”). Tingkatan Kota dan Desa terbagi menjadi 7, yaitu : Kota Terpilih (Seirei-shitei-toshi “政令指定都市”), Kota Inti (Chukaku-shi “中核市”), Kota Istimewa (Tokurei-shi “特例市”), Kota (Shi “市”), Distrik Kota “Tokyo” (Tokubetsu-ku “特別区”), Kota Kecil (Cho, Machi “町”) dan Desa (Son, Mura “村”). Dan Tingkat kota terpilih cuman ada satu, yaitu Distrik Kota (Ku “区”).
Prefektur juga sering dikelompokkan menjadi sembilan wilayah (Chiho) yakni Hokkaidō, Tōhoku, Kantō, Chūbu, Kansai, Chūgoku, Shikoku, Kyūshū, dan Okinawa. Daerah-daerah yang tidak secara resmi ditentukan, mereka tidak memiliki pejabat terpilih, tidak pula mereka badan hukum. Namun, dalam praktek urutan prefektur berdasarkan lokasi geografis mereka sering digunakan. Berikut ini prefektur dan wilayah Jepang yang kami urutkan dari yang paling utara ke selatan :
Hokkaidō
1. Hokkaidō
Tōhoku
2. Aomori
3. Iwate
4. Miyagi
5. Akita
6. Yamagata
7. Fukushima
Kantō
8. Ibaraki
9. Tochigi
10. Gunma
11. Saitama
12. Chiba
13. Tōkyō
14. Kanagawa
Chūbu
15. Niigata
16. Toyama
17. Ishikawa
18. Fukui
19. Yamanashi
20. Nagano
21. Gifu
22. Shizuoka
23. Aichi
Kansai
24. Mie
25. Shiga
26. Kyōto
27. Ōsaka
28. Hyōgo
29. Nara
30. Wakayama
Chūgoku
31. Tottori
32. Shimane
33. Okayama
34. Hiroshima
35. Yamaguchi
Shikoku
36. Tokushima
37. Kagawa
38. Ehime
39. Kōchi
Kyūshū
40. Fukuoka
41. Saga
42. Nagasaki
43. Kumamoto
44. Ōita
45. Miyazaki
46. Kagoshima
Okinawa
47. Okinawa
sumber : en.wikipedia.org dan sumber lainnya.
Learn more »

Inilah beberapa hal seputar bunga sakura serta cara-cara dan tempat menikmati keindahannya

Bunga sakura dapat dinikmati di berbagai belahan dunia, namun musim sakura di Jepang benar-benar merupakan pengalaman yang unik dan bukan hanya karena pemandangannya yang indah atau arsitektur tradisionalnya.
Selama periode ini, suasana di Jepang mengalami perubahan dan banyak orang yang mengalami suasana hati yang menyenangkan. Dan perubahan yang paling terlihat adalah cara orang berpakaian: yukata tradisional dapat dilihat di mana-mana di sekitar pohon sakura, terutama gadis-gadis yang menambah keindahan pemandangan.
Maruyama Park, Kyoto
Maruyama Park, Kyoto
Ada banyak jenis pohon, lebih dari 200, yang secara umum disebut sakura, yang sangat berbeda dalam warna dan bentuk bunga, bentuk mahkota atau periode mekarnya. Satu hal yang semuanya pasti miliki dalam kesamaan adalah keindahan bunga-bunganya.
Para desainer taman Jepang secara hati-hati mempertimbangkan variasi ini, memilih spesies yang berintegrasi dengan baik dengan berbagai hal dalam suatu taman. Sakura ditanam di dalam Higashi Shin’en (“East Garden”) dari Kuil Heian di Kyoto adalah Shidarezakura, dengan bunga-bunga merah muda yang intens dan cabang tampak seperti pohon weeping willow (Salix Babylonica-sejenis pohon yang daunnya terjumbai), yang juga disebut “weeping cherry tree”.
Higashi Shin’en (East Garden), Heian Shrine, Kyoto
Higashi Shin’en (East Garden), Heian Shrine, Kyoto
Iklim Jepang bervariasi dari Okinawa hingga Hokkaido, sehingga periode mekar sakura dimulai sedini Januari di Okinawa, sementara periode mekar di Hokkaido dimulai tidak lebih cepat dari Mei.
Biasanya, periode terbaik untuk melihat bunga sakura di Jepang dimulai sekitar pertengahan Maret dan berlangsung sampai awal April, tapi untuk lebih presisi Badan Meteorologi Jepang setiap tahun menerbitkan perkiraan mekarnya sakura – Sakura Zensen, yang menunjukkan tanggal pertama mekarnya di setiap prefektur.
Bagaimana prediksi ini mungkin terjadi? Ada dua metode gabungan, rumus yang rumit yang memperhitungkan suhu dan metode gaya lama: di seluruh negeri Jepang selalu ada 59 pohon sakura, yang dipantau secara hati-hati. Dan jika salah satu dari pohon-pohon itu kebetulan mati, pohon itu segera diganti dengan pohon lain dari daerah yang sama.
Kurama-dera, Kyoto
Kurama-dera, Kyoto
Perkiraan mekarnya sakura sangat penting karena berkaitan erat dengan pariwisata hanami dan karena bunga-bunga sakura bertahan begitu sebentar, jika kalian ingin menikmati sakura, kalian harus tahu hari mekarnya sakura secara sepenuhnya.
Hanami [花見] berarti “melihat bunga” (dari kata hana “bunga” dan mi “melihat”), tapi ada lebih banyak hal lainnya tentang tradisi Jepang ini. Di satu sisi, ada meditasi dan kepekaan terhadap keindahan fananya. Tapi, di sisi lain, hanami juga berarti banyak kegembiraan dan masa-masa yang indah, berpesta di bawah pohon sakura yang mekar, dengan sake atau bir, memakan makanan lezat yang dibawa dari rumah atau dibeli dari warung yatai sambil duduk di lembaran alas piknik dari plastik berwarna biru.
Maruyama Park, Kyoto
Maruyama Park, Kyoto
Ada banyak tempat sakura mekar yang mengesankan di Jepang, tapi di jalanan di Gion, Kyoto, yang bernama Shirakawa-dori, akan benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam bagi siapapun.
Shirakawa-dori, Gion, Kyoto
Shirakawa-dori, Gion, Kyoto
Selain itu juga ada banyak cara untuk mengagumi bunga sakura. Siapapun akan mengalami perasaan yang hebat saat berjalan di bawah pohon sakura yang mekar dan juga sangat menyenangkan untuk melakukan pesta hanami, menikmati sake dan bento di bawah bunga sakura.
Tetapi jika kalian sedang mencari cara baru untuk menikmati keindahan dan keajaiban bunga sakura, kalian harus mencoba salah satu kapal pesiar yang berangkat di sekitar pintu masuk Heian-jingu di Kyoto. Kapal tersebut berlayar di Okazaki Canal, yang dihiasi oleh deretan pohon-pohon sakura.
Okazaki Canal, Kyoto
Okazaki Canal, Kyoto

Sources :
Learn more »